Hari Anak Nasional – Anak Siapa? Merayakan Apa?

23 Juli 2008

“Mas, hari ini Hari Anak Nasional lho? Gimana, neh?”

Kalimat pembuka yang diberikan oleh Miss Reyta,  manajer program di Taman Kanak-Kanak tempatku bekerja, ketika kami bersua pagi-pagi.

 

“Trus gimana? Mesti kita rayain, donk…”, responku. Dan boleh kukatakan bahwa respon tersebut adalah sebuah tanggapan yang cukup dungu, sebab aku sama sekali tidak memberikan solusi pada masalah.

 

“Ntar kupikirin, deh…”, beliau membalas dan melenggang pergi.

 

Hasil buah pikiran yang dihasilkannya ternyata adalah anak-anak akan diajak merayakan Hari Anak Nasional dengan menghias kue ulang tahun yang terbuat dari kardus-kardus bekas. Kami menyiapkan cat agar anak dapat mewarnai kue ulang tahun raksasa mereka. Kemudian disiapkan juga Koran-koran bekas yang dipilin bulat sebesar genggaman, daun-daun kaca piring, jati, pelepah pisang dan beberapa jenis daun lainnya yang berwarna-warni sebagai hiasan yang dapat ditempel anak di kue tersebut.

 

Alhasil anak-anak dikumpulkan di selasar utama TK, kemudian pengumuman diberikan oleh Miss Reyta, “Selamat pagi, anak-anaaaaaaakkkkkk… tau gak? Hari ini hari apa?”

 

Ada yang melongo, ada yang angkat tangan, ada yang bilang “Tauuuuuuuuu……”, ada yang bilang “Gak tauuuuuuuuuu……”, ada yang bilang “ HARI RABU.”, ada yang macam-macam pokoknya.

 

“Hari ini ada yang ulang tahun, lhhhhoooooo…. Siapa coba yang ulang tahun?”

“Yang ulang tahun itu kita semuaaaaaaa……”

 

Semuanya melongo. Termasuk aku juga….

 

“Hari adalah Hari Anak Indonesia. Yang orang Indonesia siapaaaaaa…..?”

 

“AAkkkkkuuuuuuuuu………”, semuanya serempak, termasuk aku juga.

 

“Yang anak-anak siapaaaaaa……?”

 

“Akkkkkuuuuuuuuuu……”, semuanya serempak lagi, tapi aku tidak ikut dengan rombongan kali ini.

 

“Jadi semua yang Anak Indonesia ulang tahun hari ini.”

 

“YYYYYYEEEEEEE……….”

 

“Karena kita ulang tahun, sekarang kita nyanyi lagu Aku Anak Indonesia. Trus kita semua akan menghias kue ulang tahun kita bersama-samaaaaa…..”

 

“YYYYYEEEEEEEE……….”

 

Jadi itukah yang dirayakan?

Sebab penggalian informasi yang kulakukan hanya menemukan bahwasannya Hari Anak Nasional ini adalah hari yang didedikasikan kepada anak Indonesia. Jadi apa yang dirayakan? Trus kenapa jika memang anak Indonesia memang memiliki satu hari dari tiga ratus enam puluh lima hari di almanac Indonesia?

 

Apakah akan nada perubahan pada nasib mereka dengan penghibahan hak milik sebuah hari?

 

 

Awan Fajar

Ciputat; Tangerang

28 Juli 2008; 06:35 WIB

 

 

Advertisement

~ by bajajdijalurcepat on July 27, 2008.

6 Responses to “Hari Anak Nasional – Anak Siapa? Merayakan Apa?”

  1. daripada gak ada hari anak sama sekali..??

    ini sama dengan (kira-kira) beli alat pemadam kebakaran.

    Yang penting ada dulu alat pemadam kebakarannya, pasal bakal ada kebakaran seriusan apa nggak kan bukan permasalahan krusial.

    Malah jadi masalah krusial waktu ada kebakaran tapi semprotannya malah belon ada kan..

    Soal hari anak kan yang penting ada dulu.. (kira-kira sama lah situasinya)

    soalnya bakal jadi masalah besar nanti kalau belum ada hari anak trus ada yang kritis macam bung dwi dan ujug-ujug datang mengkritisi hak anak untuk punya hari ternyata malah harinya belon ada.. ha ha ha

  2. Selamet..selamet..eh tapi omong-omong nih hari anak buat “anak-anak” dan yang punya “anak” apa buat semua yang merasa “anak-anak”? kalo buat yang merasa anak-anak, harusnya seluruh warga negara Indonesia harus ikutan. (khan rakyat indonesia juga seperti anak-anak sering berantem..)

  3. kalo di kelas aku wi..
    kita bikin karyanya lampion yg mreka gambarin cita2 mreka.. lucu deh..
    ada yg mu jd dokter hewan, pemain ben, pemain bola, tentara.. hihihi.. lucu deh gambarnya
    klo di kelasku mah ngenalin hak-hak mreka sbagai anak..
    agak abstrak dan ngebingungin dikit buat mereka..
    at least worth to try

  4. Betul wi, ga ada perubahan dari hibah hak milik hari itu. Tapi sayangnya…. TELEVISI membuat kekhawatiranmu menjadi tidak kentara!! ;)

  5. wuadduhhhh…kenapa lagi dengan televisi?
    kok bisa hibahnya batal gara-gara dia.
    apa kita ganyang aja televisi, mal?
    arak bugil gituh?

  6. sama seperti tujuan hari peringatan lainnya. kita diingatkan.
    salah satunya, diingatkan akan hak2 anak yg sering kali masih terabaikan.
    duh ngomong serius gini, jadi bikin laper :(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.