Selamat Tidur
Sebuah hari adalah sebuah jalan
Membentang panjang, pendek, berliku, menikung, menyimpang
Dan jalan pun hari itu membentang pada sebuah penutupan
Hikayat sederhana disampaikan sebagai penutupan pada harimu
Berkisah tentang peri-peri bunga tidur
Kuharap dapat tersenyum dirimu sedapatnya bersua dengan yang disampaikan ini
Baik bila harimu panjang, pendek, berliku, menikung, menyimpang…
Pun… kuharap jangan… melelahkan
(sebab senyum dalam harimu dan tidurmu adalah anugerah bagi hariku dan tidurku)
Alkisah…
Lima peri bunga tidur mengembara dalam kelap-kelip senyap sebuah kota
Bertemu kepada gelisahnya seorang gadis jelita
Gemulai dirinya selayak peri, dan berparas setara bidadari
Mereka menari di sekeliling gadis ini
Tidak satu pun bertanya muasal gelisahnya
Mereka hanya menemani
Pun juga mengajaknya berbicara
Karena sang gadis jelita sedang ingin menyimpan peti kata-kata
Peri-peri bunga tidur ini memang begini adanya
Tercipta oleh-Nya dengan sebuah tugas mulia
Memadukan gelisah dengan ceria
Tari-tari lentik bersama gelak tawa
Sang gadis jelita
Walau sendirian
Tak sadar sedang dihibur peri-peri bunga tidur
Akhirnya bersua jua dengan tenangnya hati
Namun matanya belum jua terkatub
Padahal malam telah bertemu pertengahannya
Berkumpul pun peri-peri bunga tidur, dan berlantun bersama-sama:
“Wahai gadis cantik jelita
Tolong katubkan kelopak indahmu
Agar dapat nanti matamu melihat kami
Kami yang sedang meniti jembatan awan
Dapat kita nikmati bersama
Embun-embun kesejukan yang dibawa oleh keindahan dunia impian”
Selamat tidur, baby…
Awan Fajar
Ciputat; Tangerang
22 Juli 2008; 22:42 WIB


wahai peri bunga tidur, kenapa tak kau katakan saja kehadiranmu, sang gadis jelita tidak akan tau jika engkau tidak menyapa
mereka tidak bicara dengan bahasa yang sama
wahai pujangga di jogja
peri berkata “kerlip bintang & kunang2 sudah meredup dr malam, kuharap hari kau tutup dengan hati yg suka” it was very nice 4 me 2 spend the evening with u hope u feel the same..sweet dream and sleep tight gadis jelita…:-)